Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Thursday, April 16, 2009

RAHASIA POPEYE


Ingatkah anda dengan tokoh popeye, tokoh jagoan yang sering mengkonsumsi bayam sebagai rahasia kekuatannya. Popeye memiliki lengan yang kekar dan tubuh yang langsing. Ternyata makanan rahasia Popeye ini emang kayang manfaat. Para peneliti di Swedia mengungkapkan, komponen pada sayur bayam dapat menghambat pencernaan lemak sehingga membuat perut yang kosong tetap merasa kenyang. Dari hasil ujicoba, tikus yang diberi tilakoid (bagian untuk fotosintesis pada tanaman) bayam, terbukti lebih lansing dibandingkan dengan tikus yang tidak diberikan asupan tilakoid bayam. Tikus tersebut lebih sehat, dengan kadar lemak dan gula darah yang rendah. Jadi makanlah bayam dan taklukkan Olive-mu….
=D

Sunday, September 21, 2008

Jangan Gosok Gigi Lebih dari 2 Menit

Menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan cara menyikat gigi sehari dua kali sangat disarankan. Namun, jangan sampai menyikat gigi secara berlebihan karena dapat membahayakan gusi dan merusak gigi.

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Universitas Newcastle dan Pusat Penelitian Pelayanan Kesehatan yang dipublikasikan di dalam Journal of Clinical Periodontology mengungkapkan, dua menit adalah waktu yang paling optimal untuk menggosok gigi dengan tekanan rata-rata 150 gram.

Menyikat gigi lebih dari dua menit hanya mengakibatkan terjadinya pemindahan bakteri dan meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada mulut, seperti abrasi email gigi dan gusi.

Ika Nurul Syifaa

Agar Awet, Hindari Gosok Gigi Terlalu Keras!

SEBAGIAN orang percaya bahwa dengan menggosok gigi secara keras, akan membuat gigi menjadi bersih dan putih. Anggapan tersebut harus segera diubah, sebab menggosok gigi keras-keras dengan memakai sikat gigi yang mempunyai permukaan kasar, malah membuat gigi menjadi nyeri dan rapuh.

Menurut Drg. Lita R. Darmawan, pakar estetika gigi dari klinik Kharinta Dental, Rabu (23/7), dengan memperlakukan gigi secara kasar dan keras sewaktu menggosok gigi bisa berakibat fatal. "Anggapan menggosok gigi secara keras-keras dengan menggunakan sikat berpermukaan kasar untuk mendapatkan gigi putih dan sehat harus segera diubah. Sebab bukan gigi sehat yang akan didapatkan, tapi akan membuat email gigi menjadi rapuh dan bisa-bisa gusi jadi berdarah," terang Lita di Hotel Mulia, Jakarta.

Lita mengatakan, banyak pasien yang datang dengan tuntutan ingin segera mendapatkan bentuk dan tampilan gigi sehat dan sempurna, baik warna maupun bentuk dalam waktu singkat, setelah melakukan perawatan di klinik. "Pasien tidak segan mengeluarkan biaya besar demi mendapatkan hasil yang maksimal. Akan tetapi, hal itu menjadi sia-sia, bila tidak diimbangi dengan perawatan yang dilakukan di rumah," beber Lita.

Masih menurut Lita, beberapa hal yang berpotensi merusak ketahanan gigi harus segera dihindari, seperti proses membersihkan gigi dengan cara yang salah. Di samping itu, terlalu minim dalam membersihkan gigi yang membuat plak masih melekat di gigi juga ditengarai menjadi salah satu biang kerok kerusakan gigi.

"Cepatnya tenggat waktu saat mengonsumsi makanan panas dengan minuman dingin juga dapat merusak gigi. Kemudian pengkonsumsian rokok, kopi, teh dan alkohol dalam jumlah banyak juga beresiko membuat gigi rusak. Untuk itu perlu dilakukan perawatan sendiri di rumah (homecare), karena hal itu jauh lebih penting dari pada datang ke klinik setelah mendapatkan keluhan pada gigi," jelasnya.

Perawatan yang dapat dilakukan di rumah menurut lita cukup sederhana. "Caranya dengan menyikat gigi secara teratur, dua kali sehari, dilanjutkan dengan berkumur memakai obat kumur yang mengandung antiseptik. Dan jangan lupa untuk mengunjungi dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan Lita menyarankan, untuk mengurangi konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi dan memperbanyak makan buah-buahan.

C11-08

Tuesday, September 9, 2008

Jangan Berhenti Olahraga Saat Puasa

SELAMA berpuasa di siang hari, usahakan Anda tetap beraktivitas seperti biasa. Karena dengan beraktivitas, tubuh membutuhkan energi, dan karena tidak ada makanan yang masuk, maka energi tersebut didapat dari simpanan lemak di tubuh kita. Inilah alasan mengapa Anda bisa berdiet selama puasa.

Selain itu, puasa juga memberi kesempatan pada saluran pencernaan untuk berisitirahat selama 14 jam. Karena makanan yang harus dicerna berkurang, akibatnya saluran pencernaan menjadi lebih bersih dan tubuh pun terasa lebih bugar.

Apakah selama puasa Anda masih berolahraga? Walau asupannya berkurang, olahraga jangan berhenti. Jalan-jalan di seputar lingkungan rumah sehabis sahur atau shalat subuh tidak bisa menggantikan olahraga rutin Anda.

“Olahraga aerobik dengan intensitas ringan, berulang-ulang dalam waktu panjang seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau berenang sangat baik untuk menurunkan berat badan,” kata dr Michael Triangto, SpKo dari Slim & Health Sports Therapy. Lakukan 2-3 kali seminggu selama 30 menit.

Waktu yang tepat untuk berolahraga sekitar satu jam sebelum berbuka sehingga ketika berkeringat, Anda bisa langsung minum. Kalori yang terbuang juga langsung digantikan saat buka puasa. Atau, Anda bisa berolahraga 2-3 jam setelah berbuka agar terhindar dari kekurangan cairan dan gula darah.

Perbanyak juga aktivitas selama puasa. Membersihkan rumah, memasak, jalan kaki, dan menyiram tanaman adalah kegiatan yang dapat membantu penurunan berat badan. Asalkan Anda disiplin menjalankan program, mendapatkan tubuh langsing saat Lebaran bukanlah hal yang mustahil.

[Ika Nurul Syifaa]

Sunday, August 17, 2008

Diet di Kantor? Mengapa Tidak!

Mengontrol berat badan sama halnya dengan pelajaran matematika. Untuk mengurangi berat badan, kita harus membakar lebih banyak kalori dalam tubuh. Nah, bila Anda seharian duduk, hampir tidak banyak menggerakkan tubuh ditambah "hobi" mengonsumsi makanan kecil alias ngemil, maka sangat susah bagi Anda untuk membuang kalori dari tubuh.

Bisa dibayangkan apa yang bakal terjadi 2-3 tahun ke depan, kan? Nah, agar mimpi buruk itu tak jadi kenyataan, berikut langkah yang patut Anda lakukan selama jam kerja.

1. Cemilan
Bila Anda suka ngemil sambil duduk di depan komputer, hati-hati. Sebaiknya bawa buah-buahan dan sayuran segar plus sambal dan saus tomat dari rumah. Jangan menempatkan cemilan di meja, tetapi simpan di tempat yang tak terlihat pandangan mata sehingga Anda tak tergoda. Bila strategi ini tak berhasil, bawa porsi secukupnya.

2. Cukup minum
Dengan makan makanan yang sehat, jangan lupa untuk minum air putih, paling tidak 8 gelas selama Anda di kantor. Tempatkan gelas dan botol aqua yang penuh dengan air segar di meja kerja.

3. Atur makan siang
Atur jam makan siang. Anda dapat makan sebagian makanan untuk makan siang Anda pada jam 11.30, lalu sekitar jam 3 sore bila merasa lapar, dapat menghabiskan makanan siang Anda. Jadwalkan makan siang untuk menghindari makan yang berlebih. Lebih baik bila Anda membawanya dari rumah, karena Anda dapat mengontrol porsi makan dan kalori yang Anda konsumsi.

4. Batasi porsi
Dengan menyiapkan porsi makan siang, Anda dapat mengontrol porsi makan. Anda harus mengetahui ukuran porsi untuk jenis makanan yang disiapkan. Misalnya, satu ons daging kurang lebih sebesar jempol, jari telunjuk dan jari tengah, dua sampai tiga ons kurang lebih sama dengan telapak tangan, dan secangkir sereal atau nasi kurang lebih sama dengan sekepal tangan.

5. Bergerak
Gerakkan tubuh Anda walau hanya beberapa menit. Bangkit dari kursi dan bergeraklah setiap saat Anda dapat melakukannya.
Berikut ini beberapa saran:
- Pergilah makan siang di restoran/kantin yang jaraknya tidak terlalu dekat dari kantor dengan berjalan kaki, jangan mengendarai mobil.
- Bila perlu bicara dengan rekan sekerja, daripada mengirim e-mail atau menelepon, hampiri dia.
- Parkir mobil agak jauh dari pintu masuk.
- Jadwalkan waktu olahraga di kalender seperti Anda menjadwalkan janji dengan klien, yang berarti harus Anda lakukan.
- Letakkan tempat sampah jauh dari meja sehingga Anda perlu berjalan untuk membuang sampah.
- Tempatkan telepon agak jauh dari jangkauan agar pada saat menjawab telepon, Anda bisa sekalian mengendurkan otot tangan atau bahkan harus berdiri agar dapat menjangkaunya.

6. Olahraga
Lakukan gerak badan sebelum dan sesudah bekerja untuk mengimbangi tubuh yang kurang gerak selama berada di belakang meja kerja. Bila kantor Anda tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, sebaiknya berjalan kaki pulang dan pergi ke kantor. Atau, daripada waktu terbuang karena macet, lakukan fitness sepulang kantor.

7. Ajak teman sekerja
Ajak teman sekerja untuk bersama-sama diet. Dengan demikian, Anda dapat saling memberikan dukungan selama jam kerja, bersama-sama makan makanan yang sehat pada jam makan siang, serta melakukan olahraga bersama-sama pada jam istirahat atau sesudah jam kerja.

Saturday, August 2, 2008

Kepadatan Tulang Bisa Deteksi Kanker

KEPADATAN atau densitas mineral tulang biasanya dikenal sebagai salah satu parameter penting dalam menentukan risiko penyakit osteoporosis. Namun berdasarkan riset terbaru, kepadatan mineral tulang - khusunya pada wanita - ternyata juga dapat digunakan untuk membantu para dokter untuk mengetahui secara lebih akurat risiko mengidap kanker payudara.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Cancer edisi Juli, para ahli di Arizona AS menemukan suatu hubungan kuat antara densitas mineral tulang atau BMD dengan kanker payudara pada wanita telah memasuki masa menopausal. Hubungan ini bersifat independen dan terbebas dari sejumlah faktor risiko lain yang biasa dijadikan indikator dalam meramalkan kanker payudara atau juga disebut model risiko Gail. Faktor-faktor risiko itu di antaranya, sejarah kanker dalam keluarga, sejarah reproduksi, usia, ras/etnis, serta sejarah biopsi dan temuan atipikal dalam payudara.

Menurut para ahi, hasil riset ini mengindikasikan bahwa dengan cara menggabungkan BMD dengan pemeriksaan standar seperti model Gail, para dokter tentunya dapat memperbaiki kemampuannya memprediksi risiko kanker payudara pada wanita lanjut usia

Beberapa riset sebelumnya memang telah menunjukkan adanya hubungan antara tingginya BMD dengan kenaikan risiko kanker payudara. Tingginya BMD pada tulang pinggul dapat menjadi pertanda besarnya paparan terhadap hormon estrogen. Padahal kebanyakan (tapi tidak semua) sel-sel kanker payudara sangat sensitif terhadap estrogen. Jika kadar BMD pada tubuh seorang wanita merosot drastis atau terlalu rendah, tentu juga akan berimpilikasi buruk pada kesehatannya -- yakni rentan terhadap osteoporosis dan patah tulang.

Untuk memastikannya, Dr. Zhao Chen dari Universitas Arizona di Tucson melakukan penelitian dengan cara menguji faktor risiko kanker payudara 9.941 wanita lanjut usia yang mengikuti suvey Women's Health Initiative. Partisipan terus dipantau perkembangannya dalam selang waktu sekitar 8,5 tahun dan peneliti mencatat 327 wanita mengidap kanker payudara.

Pada awal penelitian, BMD tulang pinggul dan jumlah skor model Gail dari para partisipan diukur. Seperti yang diduga, wanita yang skor model Gail-nya tinggi di awal penelitian tercatat memiliki 35 persen peningkatan risiko mengidap kanker payudara dibandingkan wanita yang skor model Gail-nya rendah. Namun peneliti juga menemukan adanya peningkatan 25 persen risiko kanker payudara pada setiap kenaikan BMD tulang pinggul.

Meskipun BMD tulang pinggul dan skor model Gail tidak saling berkaitan satu sama lain, wanita yang mencatat skor tertinggi pada dua jenis pemeriksaan tersebut tercatat memiliki risiko lebih tinggi mengidap kanker payudara.

“Untuk ke depan, penelitian seharusnya menyelidiki apakah penggabungan BMD, skor Gail dan faktor risiko lainnya seperti kepadatan payudara, dapat menyempurnakan identifikasi wanita yang berisiko tinggi kanker payudara,” ungkap Chen.


AC
Sumber : Reuters

Penyakit Kawasaki, Apakah Itu?

HARI masih pagi saat sebuah mobil mewah meluncur dengan kencangnya di jalan bebas hambatan di Eropa. Tiba-tiba mobil menghantam tepi jalan dan terbalik. Saksi mata yang melihat menduga si pengemudi mabuk. Polisi datang dan menemukan si pengemudi seorang gadis berusia 19 tahun, meninggal.

Hasil otopsi menunjukkan gadis itu mendadak kena serangan jantung koroner sehingga tak dapat lagi mengontrol mobilnya. Ternyata, data rekam medisnya menunjukkan, ia pernah terkena penyakit kawasaki saat berusia 2 tahun tanpa disadari oleh dokter maupun keluarganya.

Tragedi serupa dialami Joni, bayi lucu yang berusia 8 bulan. Sudah lebih 10 hari ia demam dan ibunya sudah berganti dokter. Akhirnya ketahuan bahwa ia menderita penyakit kawasaki. Sayang sudah terlambat. Katup jantungnya mengalami kerusakan parah dan nyawanya tak tertolong lagi.

Apakah itu penyakit kawasaki (PK)?
PK ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, maka dinamakan penyakit kawasaki. Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit yang berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya.

Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering pada anak usia 1-2 tahun. Bahkan, penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang menderita demam selama 18 hari.

Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per 1.000 anak balita, disusul Korea dan Taiwan. Di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita. Di Indonesia, penulis menemukan kasus PK sejak tahun 1996, tapi ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya.

Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit kawasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit kawasaki ke-8 di San Diego, AS, awal tahun 2005. Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK.

Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Sekitar 20-40 persen-nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.

Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu infeksi, namun belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit ini juga tidak terbukti menular.

Gejala awal
Gejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41° C. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap yaitu bercak bercak merah di badan yang mirip seperti pada penyakit campak.

Namun gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada PK. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki dan kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis Beau).

Penderita PK harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke 7-8 sejak awal timbulnya demam.

Pada awalnya dapat terjadi pelebaran pembuluh ini kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard. Pemeriksaan jantung menjadi hal yang sangat penting termasuk EKG dan ekokardiografi (USG jantung). Kadang ultrafast CT scan, MRA (Magnetic Resonance Angiography) maupun kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat. Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas.

Biasanya jumlah sel darah putih, laju endap darah dan C Reactive protein meningkat pada fase akut. Jadi diagnosis ditegakkan atas dasar gejala dan tanda klinis semata sehingga pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase penyembuhan, trombosit darah meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.

Pengobatan
Obat yang mutlak harus diberikan adalah imunoglobulin secara infus selama 10-12 jam. Obat yang didapat dari plasma donor darah ini ampuh untuk meredakan gejala PK maupun menekan risiko kerusakan jantung, tapi harga yang mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar Rp 1 juta. Penderita PK membutuhkan imunoglobulin 2 gram per kg berat badannya.

Sebagai contoh, anak yang berat badannya 15 kg misalnya membutuhkan 30 gram atau seharga sekitar Rp 30 juta. Penderita juga diberikan asam salisilat untuk mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika tidak ada komplikasi anak dapat dipulangkan dalam beberapa hari. Pada kasus yang terlambat dan sudah terjadi kerusakan pembuluh koroner perlu rawat inap yang lebih lama dan pengobatan yang intensif guna mencegah kerusakan jantung lebih lanjut.

Jika dengan obat-obatan tidak berhasil, kadang diperlukan operasi pintas koroner (coronary bypass) atau bahkan, meskipun sangat jarang, transplantasi jantung. Kematian dapat terjadi pada 1-5 persen penderita yang umumnya terlambat ditangani dan puncaknya terjadi pada 15-45 hari setelah awal timbulnya demam. Meskipun demikian, kematian mendadak dapat terjadi bertahun-tahun setelah fase akut. PK juga dapat merusak katup jantung (terutama katup mitral) yang dapat menimbulkan kematian mendadak beberapa tahun kemudian. Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah sekitar 3 persen.

Pada penderita yang secara klinis telah sembuh total sekalipun, dikatakan pembuluh koronernya akan mengalami kelainan pada lapisan dalam yang memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner pada usia dewasa muda kelak. Jika ditemukan serangan jantung koroner akut pada dewasa muda, mungkin perlu dipikirkan kemungkinan pernah terkena PK saat masih anak-anak. Kiranya kita semua perlu mewaspadai penyakit ini agar tidak menimbulkan korban lebih lanjut.

Pada tanggal 26 Juli 2008 telah resmi didirikan Perkumpulan Orang Tua Penderita Kawaski Indonesia (POPKI) yang pertama dan satu-satu nya di Indonesia. POPKI dibina langsung oleh pakar Kawaski Indonesia Dr. Najib Advani, Sp. A (K), MMed.Paed dan POPKI sendiri diketuai oleh ibu Soeyanny A. Tjahja (Ibu Aui).

POPKI atau Kawasaki Center berada di RS. Omni International Alam Sutera, Serpong Tangerang di Lt. 3. . Apabila ada dari pembaca, rekan-rekan atau lainnya ingin menjadi anggota POPKI dapat menghubungi langsung RS. OMNI International Alam Sutera di 021-5312 9208.


Penulis: Dr Najib Advani, SpA (K), MMed (Paed), Dosen FKUI, Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung, Ketua Unit Koordinasi Kerja Jantung Anak pada Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan peneliti penyakit kawasaki. Penulis buku Mengenal Penyakit Kawasaki

Monday, July 28, 2008

Kedelai Bisa Ganggu Sperma?

KONSUMSI makanan yang terbuat dari kedelai ternyata tak selalu memberi dampak positif, khususnya bagi kesehatan reproduksi pria.

Menurut riset terbaru yang dimuat jurnal Human Reproduction, konsumsi makanan yang mengandung kedelai dalam jumlah sedang dapat menurunkan konsentrasi sperma seorang pria. Tercatat ada penurunan sekitar 41 juta sperma per mililiter semen bila pria mengonsusmi satu porsi makanan setiap dua hari.

Penurunan jumlah sperma ini tentunya tidak akan membuat seorang pria sehat menjadi mandul. Namun, para ahli menyatakan, penurunan ini memberi dampak signifikan kepada pria yang memang sebelumnya memiliki konsentrasi sperma rendah.

Penulis laporan ini, seperti dikutip BBC mengatakan, hubungan antara kedelai dan rendahnya kuantitas sperma belum jelas. Tetapi spekulasi sementara adalah kandungan estrogen kedelai seperti yang terdapat pada tahu atau susu kedelai dapat mengganggu sinyal hormonal.

Sejumlah riset pada binatang sebelumnya telah mengindikasikan tingginya kandungan senyawa kedelai dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Tetapi penelitian lain yang mengamati konsumsi kedelai pada manusia justru menunjukkan hasil yang bertolak belakang.

Para ahli dari Harvard School of Public Health melakukan riset terhadap 99 pria yang menjadi pasien klinik kesuburan di Massachusetts General Hospital pada tahun 2000-2006. Partisipan ini bersedia memberikan sampel semen. Para pria dibagi dalam empat kelompok dan dibedakan berdasarkan jumlah makanan kedelai yang dikonsumsi.

Ketika konsentrasi sperma pria yang paling banyak mengonsumsi kedelai dibandingkan dengan mereka yang konsumsinya sedikit, peneliti menemukan adanya perbedaan yang signifikan.

Konsentrasi sperma "normal" untuk seorang pria berkisar 80 hingga 120 juta per mililiter, dan rata-rata pria yang memakan kedelai dengan rata-rata satu porsi setiap dua hari ternyata konsentrasinya 41 juta lebih rendah.

Dr Jorge Chavarro, pemimpin riset ini, menegaskan, senyawa kimia dalam kedelai bernama isoflavon diduga dapat memengaruhi produksi sperma. Zat atau senyawa ini juga memiliki efek sama seperti halnya hormon estrogen pada manusia.

Dr Chavarro juga mencatat bahwa pria yang kelebihan berat badan atau mengidap obesitas tampaknya lebih rentan terhadap dampak ini. Hal ini dapat direfleksikan pada sebuah fakta bahwa tingginya kadar lemak dalam tubuh juga dapat meningkatkan produksi estrogen pada pria.

Walau begitu, studi ini mendapat komentar dari Dr Allan Pacey, pakar andrologi dari Universitas Sheffield Inggris, dikaitkan dengan fakta banyaknya pria di Asia mengonsumsi kedelai tetapi mereka tak punya masalah sama sekali dengan kesuburan. Konsumsi kedelai di beberapa wilayah Asia secara signifikan lebih tinggi dan bahkan melebihi batas maksimal yang ditemukan pada partisipan penelitian.

Dr Allan Pacey menyatakan kalaupun kedelai benar-benar memiliki efek detrimental terhadap produksi sperma, masalah kesuburan mungkin terjadi di wilayah Asia dan sejauh ini belum ada bukti hal itu terjadi.

"Kebanyakan pria selalu cemas apakah gaya hidup atau pola makan mereka dapat memengaruhi tingkat kesuburan dengan cara menurunkan jumlah kuantitas sperma. Kandungan estrogenik dalam makanan atau lingkungan telah mendapat sorotan selama bertahun-tahun. Tetapi, kebanyakan para ahli mengira bahwa bayi laki-laki yang terpapar estrogen dalam uterus sebelum lahir adalah mereka yang berisiko paling tinggi.

"Kami harus meneliti lebih saksama tentang diet para pria ketika dewasa meskipun faktanya bahwa ada sebagian besar warga dunia mengonsumsi kedelai sebagai diet utama mereka dan tampaknya tak punya masalah kesuburan dibanding mereka yang menerapkan pola diet Barat," papar Pacey.


AC
Sumber : BBC

Sunday, July 27, 2008

Matahari Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

ANGAN buru-buru memusuhi sinar matahari. Hasil studi terbaru, seperti dikutip Reuters, selain membantu kita hidup lebih lama, sinar matahari memberi manfaat kesehatan lebih besar ketimbang risiko kanker kulit. “Risiko kanker kulit memang ada, tetapi manfaat kesehatan dari paparan matahari ternyata jauh lebih besar”, ujar Johan Moan, peneliti di Institute for Cancer Research, Oslo, Norwegia.

Lebih lanjut, diungkapkan pemimpin studi ini, paparan sinar matahari dalam jumlah sedang memberi manfaat atas vitamin D yang sangat besar. Sinar matahari memacu tubuh memproduksi vitamin D. Sayangnya ketakutan akan terjadinya kanker kulit membuat banyak orang menjauhkan dirinya dari sinar matahari. Tindakan ini, menurut peneliti, berarti menghilangkan perlindungan penting bagi tubuh dari serangkaian penyakit.

Sejumlah penelitian menunjukkan efek perlindungan dari asupan vitamin D yang lebih besar terhadap beberapa jenis kanker dan penyakit seperti ricket, diabetes, dan osteoporosis. Beberapa jenis makanan memang mengandung vitamin D, tetapi sumber utamanya berasal dari matahari.

Peneliti menghitung, dengan jumlah yang sama dari waktu yang dihabiskan di luar ruang, orang yang tinggal di Australia (berada di bawah garis ekuator) menghasilkan vitamin D 3,4 kali lebih banyak daripada mereka yang tinggal di Inggris dan 4,5 kali di Skandinavia. Ini berarti, meski tingkat kanker organ dalam seperti kanker usus besar, paru, payudara, dan prostat meningkat, lebih sedikit orang yang berada di garis lintang yang meninggal karena penyakit itu.

Dikatakan Richard Setlow dari Departemen of Energyâ™s Brookhaven National Laboratori di Amerika Serikat, Data ini memberikan indikasi lebih jauh tentang peran vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari bagi prognosis kanker. Memperoleh lebih banyak vitamin D yang membantu sistem imunitas tubuh bekerja dengan baik, juga penting bagi mereka yang tinggal di wilayah seperti Skandinavia. Di sana musim dingin berlangsung cukup lama, sehingga paparan matahari amat terbatas.

Moan merekomendasikan paparan matahari setiap hari sekitar setengah dari waktu yang diperlukan seseorang untuk bisa membuat kulitnya terbakar. Waktu yang paling baik untuk mendapat paparan sinar matahari ini adalah di pagi dan sore hari. Jangan berjemur terlalu lama karena kulit bisa terbakar.

Cara lain untuk memperoleh vitamin D, bisa dengan merancang tabir surya yang dapat menghambat panjang gelombang ultra violet (UV) panjang yang memicu pembentuk kanker kulit yang mematikan. Di sisi lain, membiarkan panjang gelombang UV pendek masuk ke kulit yang memproduksi vitamin.

Source: REUTERS/ Gaya Hidup Sehat