Showing posts with label Angkasa. Show all posts
Showing posts with label Angkasa. Show all posts

Sunday, August 3, 2008

Danau Raksasa Terekam di Bulan Saturnus

Ilustrasi danau di permukaan Titan yang kaya hidrokarbon.
Sebuah danau yang luasnya sebanding dengan Danau Ontario di Amerika Utara terekam di dekat kutub utara Titan, salah satu bulan Planet Saturnus. Para peneliti memberinya nama Ontario Lacus.

"Ini pengamatan pertama yang memberikan bukti kuat bahwa Titan memiliki genangan cairan di permukaannya," ujar Robert Brown dari Laboratorium Bulan dan Planet-planet Universitas Arizona di Tucson, AS. Danau yang memanjang 235 kilometer tersebut diperkirakan memiliki luas 20.000 kilometer persegi. Cairan yang mengisi danau tersebut mungkin bukan air, melainkan methan dan ethan, jenis senyawa hidrokarbon yang berupa gas di Bumi.

Brown dan koleganya dapat mendeteksi danau tersebut dengan spektrometer visual dan inframerah yang dibawa wahana Cassini. Dengan instrumen tersebut, wahana yang tengah menjelajah di sekitar Saturnus dan bulan-bulannya itu dapat membedakan batuan, pasir, dan cairan.

Penemuan danau di Titan bukanlah hal yang mengejutkan. Benda langit yang berukuran 1,5 kali bulan dan lebih besar daripada Merkurius itu adalah satu-satunya obyek luar angkasa yang memiliki atmosfer tebal seperti sebuah planet. Para peneliti sebelumnya meyakini bahwa permukaan Titan juga memiliki lautan.

Setelah Es, Air dan Senyawa Organik Target Baru di Mars

Mars dan Bumi.

JAKARTA, SENIN - Apakah ada kehidupan di Mars? Untuk menjawab pertanyaan yang lama dicari jawabannya itu masih perlu penelitian panjang meskipun air dalam bentuk es telah terbukti ada di Mars.

Instrumen di Phoenix Mars Lander mendeteksi molekul air untuk pertama kalinya saat memanggang sampel tanah Mars yang diduga mengandung es di wilayah kutub utara Mars, Kamis (31/7). Wahana tersebut akan melakukan analisis lebih lanjut untuk mencari tahu apakah terdapat senyawa organik di sana dan apakah es tersebut pernah berbentuk cair di masa lalu.

"Kami melihat lingkungan yang memungkinkan ada material organik di sana," ujar William Boynton, ilmuwan dari Universitas Arizona, AS. Es yang berada di bawah permukaan Mars mungkin bertindak seperti freezer yang mencegah kerusakan material tersebut.

Sampel tanah yang mengandung es akan dipanaskan di dalam ruang pemanggang instrumen TEGA (Thermal and Evolved Gas Analyzer) dan diukur komposisinya. Dalam beberapa minggu ke depan, TEGA secara bertahap akan memanaskan hingga suhu 1.000 derajat Celcius.

"Penemuan mineral hidrat seperti karbonat, sulfat, atau tanah liat merupakan indikasi bahwa air dalam bentuk cair pernah ada di kawasan regolith Mars, tempat Phoenix mendarat," ujar Ray Arvidson, peneliti dari Universitas Washington. Air merupakan material sangat penting untuk membentuk kehidupan.

Untuk mempelajari kemungkinan adanya molekul organik, misi Phoenix diperpanjang satu bulan hingga akhir September. Kalaupun ada air dan material organik, belum dapat diartikan ada kehidupan di Mars. Meski demikian, terencana atau tidak, para ilmuwan akan tetap mencari jejak kehidupan di sana.


WAH
Sumber : SPACE.COM (kompas.com)